Jumat, 10 Oktober 2014

10:30:00 AM
Gerhana bulan total baru saja terjadi hari ini (8/10). Gerhana yang berlangsung pada pukul 16:15 WIB itu, memukau para netter yang penasaran dengan indahnya pemandangan tersebut.

Banyak netter memuat naik foto gerhana bulan total yang kemuncaknya berlaku kira-kira pukul 17:25 hingga 18:24 WIB tadi. Sayangnya, gerhana yang dapat dilihat dengan mata telanjang di seluruh bahagian Indonesia, justru tak terlihat di Jakarta.

"Sejak petang tadi langit sudah tertutup awan," ujar Ronny Syamara, salah seorang kakitangan Planetarium dan Balai Cerap, Cikini, Jakarta Pusat. Alih-alih melihat gerhana bulan total, sejauh mata memandang hanya terlihat segerombolan awan saja.

Berbeza dengan Jakarta, langit Makassar justru terang benderang pada pukul 19.05 waktu setempat. Masa tersebut bertepatan dengan keadaan gerhana total dan berada pada ketinggian (altitude) 1 derajat yang membuat bulan kelihatan memerah.

Dilansir melalui Kompas, ratusan warga di Kampung Mok di Manggarai Timur, Flores, juga bersemangat keluar rumah untuk menyaksikan gerhana bulan. Fasa gerhana bulan total di Nusa Tenggara Timur ini bermula pukul 18:42 hingga 19:42 WITA.

Pada gerhana bulan total ini, bulan akan kelihatan kemerahan seperti berdarah. Ini kerana pada gerhana, bulan tertutup oleh bayangan bumi namun cahaya matahari terbiaskan hingga menimbulkan kesan kemerah-merahan.

Gerhana bulan kali ini memang tergolong istimewa dan jarang berlaku. Pasalnya, gerhana malam ini adalah bahagian kedua dari empat rangkaian gerhana tetrad yang jarang berlaku. Dari tahun 2001-3000, hanya akan ada 32 gerhana bulan tetrad. Gerhana bulan tetrad selepas kali ini akan berlaku 18 tahun lagi, iaitu pada 2032 dan 2033.

0 komentar:

Posting Komentar